Pengangkatan CPNS Dengan Permen Tidak Kuat.

loading...
loading...
meciangi.com -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh....Bapak/Ibu dimanapun anda berada, salam hangat selalu untuk kita semua, jumpa lagi dengan kami pada situs informasi www.meciangi.com menyajikan info Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Berikut info tentang Pengangkatan CPNS Dengan Permen Tidak Kuat. ....selengkapnya dibawah ini.....

ilustrasi foto
JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengangkat CPNS dari guru garis depan (GGD), bidan PTT, dokter PTT, serta penyuluh kembali dikritisi politikus Senayan.

Politikus Gerindra Bambang Riyanto mengatakan, ketiga formasi jabatan tersebut hanya diangkat melalui Peraturan Menteri sehingga posisinya tidak kuat.

GGD diangkat lewat Permendikbud. Sedangkan bidan dan dokter PTT melalui Permenkes.

Sementara itu, penyuluh diangkat lewat Permentan.

"Bagaimana bisa kuat pengangkatan mereka menjadi CPNS. Sementara payung hukum yang digunakan hanyalah Permen," kata Bambang kepada JPNN, Sabtu (8/4).

Selama ini, pengangkatan CPNS menggunakan dasar hukum undang-undang‎ yang teknisnya lewat peraturan pemerintah.

Hal itu berbeda dengan tahun ini yang pengangkatannya hanya lewat Permen lantaran PP turunan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) belum ditetapkan.

"Masa Permen lebih kuat dari UU. Yang benar saja, toh, jangan dibolak-balik aturannya," kritik anggota Komisi II DPR RI ini.

Dia menambahkan, kebijakan bisa digugat karena tidak sesuai tata aturan perundang-undangan. ‎

Dengan demikian, kedudukan GGD, penyuluh, bidan dan dokter PTT tidak sah secara hukum.

Info selengkapnya klik DISINI.!

Demikian Info terkini terkait Pengangkatan CPNS Dengan Permen Tidak Kuat. yang bisa kami bagikan, Tetap kunjungi situs kami di www.meciangi.com Kami akan mengaupdate informasi anda yang aktual dan populer yang dilansir dari berbagai sumber yang terpercaya seputar Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Apabila bermanfaat tolong dibagikan. Jangan lupa senyum bahagia yaa hee..Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


Sumber: jpnn
loading...

Subscribe to receive free email updates: