6.000 Guru Honorer di NTB Akan di PHK!

loading...
meciangi.com -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh....Bapak/Ibu dimanapun anda berada, salam hangat selalu untuk kita semua, jumpa lagi dengan kami pada situs informasi www.meciangi.com menyajikan info Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Berikut info tentang 6.000 Guru Honorer di NTB akan di PHK! ....selengkapnya dibawah ini.....


MATARAM - Malang benar nasib guru honorer yang mengajar di SMA dan SMK di seluruh NTB. Setelah mereka tidak menerima gaji selama lima bulan terhitung semenjak Januari hingga Mei 2017, keberadaan mereka pun kini akan dirasionalisasi.

Rencana rasionalisasi ini akan menyebabkan sedikitnya 6.000 guru honorer di NTB akan diberhentikan alias di PHK. Pemprov beralasan guru honorer di SMA dan SMK sudah overload.

Kepastian rasionalisasi jumlah guru honorer di SMA dan SMK tersebut disampaikan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Kebudayaan NTB H Aidy Furqan.

Dia mengatakan, telah terjadi pembekakan guru honor di SMA/SMK. Ketika SMA/SMK dikelola kabupaten/kota, jumlah guru tidak sesuai dengan rasio siswa. Guru banyak,  siswa minim.

Kondisi ini kata dia, biasanya terjadi karena ada titipan oknum tertentu di sekolah tersebut. Sekolah tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa menerima meski harus mengambil risiko cukup besar “Kadang sekolah kebingungan membayar honor mereka,” imbuh Aidy.

Dari data Dikbud NTB jumlah guru honor di SMA dan SMK saat ini sedikitnya 9.000 orang. Padahal idealnya kata Aidy, jumlahnya tak boleh lebih dari 3.000 orang. “Artinya ada selisih enam ribu guru. Ini pembengkakannya,” kata dia.

Dalam waktu dekat ini Dikbud NTB akan juga melakukan seleksi kepada guru honor yang mencapai 9.000 orang tersebut. Mereka akan mengikuti tes layaknya tes CPNS. Dari hasil tersebut nantinya akan diambil tiga ribu guru honor sesuai dengan kebutuhan. “Guru yang lulus akan mendapat SK dari gubernur,” sebut dia.

Setelah mendapatkan SK dari Gubernur, maka para guru honorer ini akan disiapkan gaji dari APBD. Rencananya, gaji bagi guru honorer itu akan disiapkan Pemprov NTB di APBD Perubahan 2018 yang kemungkinan sudah disahkan pada Agustus 2017. Sehingga besar kemungkinan, seleksi ulang guru honorer SMA dan SMK di NTB ini akan digelar sebelum Agustus 2017.

Dikatakan, Aidi, guru honorer itu tersebar banyak di SMA. Sementara khusus untuk guru SMK, kondisinya justru minim. Karena jarang sekali ada guru produktif. Namun, dengan adanya guru alih fungsi maka membuka kesempatan bagi guru yang memiliki keterampilan bisa mengajar di SMK. Ia mencotohkan, guru mata pelajaran fisika memiliki keterampilan elektronika maka bisa mengajar elektronik di SMK. “Ini namanya guru alih fungsi,” ucap dia.

Ia menuturkan, pemetaan guru menjadi salah satu tugas Dikbud saat ini, sehingga guru nantinya menyebar di sekolah  di NTB. Dulu kata dia, SMA dikelola kabupaten/kota penyebaran guru hanya di lingkup kabupaten/kota saja. Kadang Guru menumpuk di sekolah tertentu. Kini, dengan SMA dikelola provinsi penyebarannya lebih luas, jangkauan guru mengajar bukan hanya di kabupaten/kota, melainkan provinsi. “Ini akan menjadi tugas kami,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua PGRI NTB H Ali Rahim mengingatkan Dikbud NTB untuk tidak main pangkas guru honorer SMA dan SMK. Menurutnya, seleksi ulang yang hendak dilakukan Dikbud NTB terhadap guru honorer itu memang tak melanggar aturan apapun. “Tapi lihat dulu kebutuhan guru di NTB,” tandas dia.

“Jangan hanya tidak ingin mengeluarkan anggaran yang besar, maka guru honor dipangkas,” katanya lagi.

Selama SMA/SMK dikelola kabupaten/kota kata Ali, tidak pernah ada yang bilang guru honor banyak, atau jumlahnya membengkak. Bahkan pembayaran gaji mereka lancar. Tapi sekarang ini setelah SMA dan SMK dikelola provinsi, muncul tudingan kalau jumlah guru honorer ini membeludak. “Sudah begitu gajinya pun tak dibayarkan selama lima bulan terakhir,” tandas Ali Rahim.

Dia memastikan kalau nasib guru honorer SMA dan SMK saat ini terlunta-lunta setelah SMA/SMK alih fungsi ke provinsi. Di saat guru yang statusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) terima gaji, guru honor justru hanya bisa gigit jari.

Di NTB, hingga kini total sudah lima bulan para guru honor SMA/SMK tidak merasakan manisnya menerima gaji. Pemprov NTB sendiri tak memiliki anggaran di APBD untuk gaji para guru honorer tersebut. Dan telah meminta ditalangi dulu sementara waktu oleh pemerintah kabupaten/kota.

Ali mengakatan, guru honor SMA/SMK memang jumlahnya lebih banyak dibandingkan guru PNS. Dari data PGRI, jumlah guru honor SMA/SMK sebanyak 9.000 orang. Sementara guru PNS jumlahnya 7.000 orang. Kendati demikian, banyaknya guru honor ini karena kebutuhan, tidak serta merta ada begitu saja. “Apalagi guru produktif  sangat dibutuhkan di SMK,” kata dia.

Dari sisi kualitas, Ali membeberkan, guru honor dan PNS hampir sama. Bahkan kecenderungan guru honorer yang masih muda lebih kreatif. Mereka kerap mengajar dengan teknik pembelajaran menyenangkan. Sehingga tidak jarang siswa lebih senang diberikan materi oleh guru muda.

Namun terkadang mereka dibedakan. Di saat guru PNS mendapat gaji, mereka hanya melihat saja. “Memperihatinkan melihat kondisi guru honorer SMA/SMK sekarang ini,” sebut Ali.

Ali meminta kepada pemerintah provinsi paling tidak membuatkan SK kepada guru honor. Sehingga jelas gaji akan diterima para  guru. Selain itu, dengan adanya SK ini guru juga memiliki peluang untuk mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). “Kalau mereka sudah disertifikasi maka jelas mereka akan lebih sejahtera,” tandas dia.

Info selengkapnya klik DISINI.!

Demikian Info terkini terkait 6.000 Guru Honorer di NTB akan di PHK! yang bisa kami bagikan. Tetap kunjungi situs kami di www.meciangi.com Kami akan mengaupdate informasi anda yang aktual dan populer yang dilansir dari berbagai sumber yang terpercaya seputar Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Apabila bermanfaat tolong dibagikan..Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sumber: www.lombokpost.net
loading...

Subscribe to receive free email updates: