Warga Serahkan Petisi ke DPRD Bone, Minta Kepala Sekolah yang Pecat Guru Honorer Dicopot

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut admin bagikan informasi mengenai Warga Serahkan Petisi ke DPRD Bone, Minta Kepala Sekolah yang Pecat Guru Honorer Dicopot. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....

Warga Serahkan Petisi ke DPRD Bone, Minta Kepala Sekolah yang Pecat Guru Honorer Dicopot
Hervina menyerahkan petisi warga terkait pemecatan dirinya sebagai guru honorer ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Senin, (15/2/2021).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Warga Desa Sadar, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone pada Senin (15/2/2021).  

Lewat petisi yang ditandatangani 36 kepala keluarga, warga meminta Kepala Sekolah Dasar Negeri 169 Sadar, Hamsinah, dicopot dari jabatannya.  

(Baca Juga: Mendikbud Nadiem Izinkan Daerah yang Sulit Akses Internet untuk Belajar Tatap Muka

Permintaan itu diajukan setelah Hamsinah memecat Hervina (36), guru honorer yang mengunggah besaran gaji ke media sosial. 

Warga menilai, Hamsinah adalah sosok yang lebih layak beri hukuman dalam masalah ini, bukan Hervina adalah guru yang sudah mengabdi di SDN 169 Sadar selama 16 tahun.  

(Baca Juga: Terbaru! Mendikbud Nadiem: Kalau Mau Jadi Kepala Sekolah, Harus Lewati Program Guru Penggerak

"Fakta di lapangan justru kepala sekolah yang jarang masuk kantor karena bukan penduduk setempat dan yang rajin masuk mengajar justru guru-guru honorer," kata Rakib, salah seorang warga Desa Sadar usai menyerahkan petisi. 

Menanggapi permintaan warga, Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan meminta Hervina tetap berada di Kota Watampone, Kabupaten Bone, agar lebih mudah dihubungi.  

(Baca Juga: Pemerintah Buka Lowongan 1 Juta PPPK bagi Guru Honorer, Tak Ada Batasan Usia

"Kami akan panggil seluruh pihak yang terkait untuk membahas permasalahan ini jadi sebaiknya Hervina jangan pulang dulu ke desa hal untuk memudahkan komunikasi," kata Irwandi Burhan usai menerima petisi warga Desa Sadar.

Diberitakan sebelumnya, seorang guru honorer dipecat usai mengunggah rincian gaji selama empat bulan sebesar Rp 700.000 di media sosial. 

Pemecatan ini dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp oleh suami kepala sekolah.

Sumnber: regional.kompas.com

Demikian sekilas kabar terkini, terpopuler, terpercaya yang admin kutip dari berbagai sumber terpercaya, semoga kabar atau info yang admin bagikan ini dapat memberikan manfaat dan memnambah wawasan serta pengetahuan baru bagi pembaca yang budiman. Wassalamualaikum...

Subscribe to receive free email updates: